Cinta pertama berujung “Paling”
Cinta pertama berujung “Paling” Deras hujan mengguyur kotaku, getar seluruh kaca jendela kos-kos akibat kerasnya suara gemuruh, cahaya kilat terlihat hampir setiap menit. Suara handpone berbunyi menambah suasana semakin menyeramkan. Aku melihat nama yang tertera pada hanphone. “RPD”. Suasana menjadi berubah, aku bingung, kok tumben dia menghubungiku “pikirku”. Hallo ? Suara jerit sakit dan tangisan terdengar, semakin bingung dan gelisah. Ada apa ros?”Panggilku singkat”. Yan, bias minta tolong? Iya ros? Kamu kenapa? Ada apa denganmu?”Tanyaku dengan nada khawatir”. Minta tolong apa?”Jawabku”. Bisa antar aku pulang kerumah?”Tanya dia dengar suara terengah-engah”. Iya ros, aku kesana sekarang. Aku langsung berangkat, setelah sholat isya’ dan berdo’a agar dia baik-baik saja. Derasnya hujan menghalangi pandanganku, lampu jalan tak menyala dengan sempurna. Sekitar 15 menit aku sampai dikediamannya pamannya. Dia tinggal disana selama kuliah. Pukul 22...