Posts

Cinta pertama berujung “Paling”

Cinta pertama berujung “Paling” Deras hujan mengguyur kotaku, getar seluruh kaca jendela kos-kos akibat kerasnya suara gemuruh, cahaya kilat terlihat hampir setiap menit. Suara handpone berbunyi menambah suasana semakin menyeramkan. Aku   melihat nama yang tertera pada hanphone. “RPD”. Suasana menjadi berubah, aku bingung, kok tumben dia menghubungiku “pikirku”. Hallo ? Suara jerit sakit dan tangisan terdengar, semakin bingung dan gelisah. Ada apa ros?”Panggilku singkat”. Yan, bias minta tolong? Iya ros? Kamu kenapa? Ada apa denganmu?”Tanyaku dengan nada khawatir”. Minta tolong apa?”Jawabku”. Bisa antar aku pulang kerumah?”Tanya dia dengar suara terengah-engah”. Iya ros, aku kesana sekarang. Aku langsung berangkat, setelah sholat isya’ dan berdo’a agar dia baik-baik saja. Derasnya hujan menghalangi pandanganku, lampu jalan tak menyala dengan sempurna. Sekitar 15 menit aku sampai dikediamannya pamannya. Dia tinggal disana selama kuliah. Pukul 22...

Pantang Pisang Berbuah Dua Kali

Pantang Pisang Berbuah Dua Kali Mentari sudah terik diujung timur, bayangan pohon-pohon, bangunan, mulai terlihat memanjang, dan terik matahari mulai terasa hangat. Bersiap menuju ke lokasi resepsi pernikahan Sinta, salah satu teman semasa duduk di Sekolah Menengah Atas. Kring… kring. ( hp androidku berdering). Hallo Tio . “Jawabku”. Kamu sudah siap belum, ayo berangkat ini sudah jam 10.30 WIB. “Tanya Tio”. Astaga, ini aku sudah siap, tinggal berangkat.”Jawabku sambil berjalan menuju ke mobil.” Ok, aku tunggu dirumah.”Jawab tio”. Pukul 11.00 WIB, kami sudah sampai di tempat acara. Langsung menuju ke tempat mempelai dan mengucapkan selamat pada mereka. Rian ayo ambil makan, aku sudah lapar ini.”Rengekan Tio sambil memegang perutnya.” Iya , ayo aku juga sudah lapar.”Jawabku”. Kita duduk dimana ini Rian?”Tanya tio lagi”. Dibelakang saja biar langsung cepat pulang.”Jawabku”. Matahari sudah berada tepat diatas kepala, adzan dzuhur sudah mulai terdengar. Kami pun pamit pulan...